Senin, 10 Agustus 2015

MEMBACA DAN MENULIS PUISI TENTANG BINATANG

Berikut ini puisi karya saya sendiri yang berjudul "Ikan Cupang"



Ikan Cupang

Kau sangat indah dipandang
Siripmu mempunyai corak yang memukau
Ekormu elok bagaikan cemeti
Warnamu yang aku suka
Hijau bagaikan permata
Kupandangi mu setiap saat
Kau bagaikan kebahagiaan bagiku
Sayang, hidupmu tak bertahan lama
Kau meninggalkan ku sendiri
Tanpa ada kebahagiaan lagi


Puisi diatas adalah tugas bahasa Indonesia. Karena hewan kesukaan saya adalah ikan cupang, saya pun terinspirasi dan membuat puisi diatas.
Selamat membaca 😊

Sabtu, 08 Agustus 2015

LAKUKANLAH HAL YANG BERMANFAAT

Umar bin Abdul Aziz berkata:
"Barangsiapa beranggapan perkataannya merupakan bagian dari perbuatannya niscaya menjadi sedikit perkataannya, kecuali dalam perkara yang bermanfaat baginya."

Umar bin Qais Al-Mula'i berkata:
Seseorang melewati Luqman (Al-Hakim) di saat manusia berkerumunan di sisinya. Orang tersebut berkata kepada Luqman: "Bukankah engkau dahulu budak bani Fulan?" Luqman menjawab: "Benar."
Oraang itu berkata lagi, "Engkau yang dulu menggembala (ternak) di sekitar gunung ini dan itu?" Luqman menjawab: "Benar."
Orang itu bertanya lagi: "Lalu apa yang menyebabkanmu meraih kedudukan sebagaimana yang aku lihat ini?" Luqman menjawab: "Selalu jujur dalam berucap dan banyak berdiam dari perkara-perkara yang tidak berfaedah bagi diriku."

Abu 'Ubaidah meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri bahwasanya beliau berkata: "Termasuk tanda-tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah Allah menjadikan kesibukannya dalam perkara yang tidak berguna bagi dirinya."

Sahl At-Tustari berkata:
"Barangsiapa (suka) berbicara mengenai permasalahan yang tidak ada manfaatnya niscaya diharamkan baginya kejujuran."

Ma'ruf berkata: "Pembicaraan seorang hamba tentang masalah-masalah yang tidak ada faedahnya merupakan kehinaan dari Allah (untuknya)."